Rabu, 18 November 2015

I’M A PHARMACIST





I’M A PHARMACIST
Apa itu farmasi ?
Farmasi adalah ilmu yang mempelajari tentang cara penyediaan obat-obatan menjadi bentuk tertentu sehingga siap digunakan sebagai obat .
Tenaga teknis kefarmasian adalah tenaga yang membantu apoteker dalam menjalankan pekerjaan yang terdiri atas sarjana farmasi , ahli madya farmasi , analis farmasi dan tenaga mnengah farmasi/asiaten apoteker  yang sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat 6 peraturan pemerintah no 51 th 2009tentang pekerjaa kefarmasian .



           
            Pada beberapa pengalaman saya saat kuliah di akfar theresiana gajah mada semarang , kami melakukan praktikum teknologi sediaan solid yang bertujuan akan membuat berbagai sediaan farmasi dengan berbagai metode , yaitu adapun pembuatan tablet paracetamol dengan metode granulasi basah , metode granulasi kering , kempa langsung ,pembuatan sediaan kapsul dan pembuatan sediaan supositoria . dalam pembuatan tablet digunakan banyak metode bertujuan untuk mengetahui hasil tablet yang dihasilkan apakah baik atau kurang baik, disitu kita bisa menentukan kapan kita akan menggunakan metode tersebut dengan dilihat dari organoleptis bahan aktif  yang akan dibuat tablet . pada masing-masing metode pembutan tablet selalu ada keunggulan dan kekuranganya dan dalam pembutan kasul sendiri hanya menggunakan satu cara kerja yaitu setelah bahan di timbang dan dicampur , bahan bisa di tuang pada alat filling kasul dan di tutup dengan bagian lain alat yang sudah terisi dari tutup cangkang kapsul . di lihat dalam cara kerja pembuatan kapsul sangan simple , praktis dan tidak memakan waktu lama , disamping itu kapsul juga mempunyai beberapa kelebihan yaitu tidak terasa pahit saat dikonsumsi, praktis dibawa kemana- mana selain itu juga kapsul lebih menarik dengan adanya farian warna pada cangkang kapsul tersebut  dan yang terahir yaitu pembuatan sediaan supositoria , apasih supositoria itu supositoria adalah suatu sediaan padat yang pemakaianya dengan cara dimasukan melalui lubang atau celah pada tubuh , dimana supositoria akan melebur , melunak atau melarut dalam efek lokal atau sistemik (Ansel,1989) .pembuatan supositoria pada praktikum teknologi sediaan solid disini setelah semua bahan di timbang , basis supositoria dapat di lebur atau di lelehkan di penangas air dengan menggunakan cawan porselin dan di aduk menggunakan batang pengaduk , setelah sudah meleleh sempurna barulah zat aktif yang sudah di haluskan bisa di campur dengan basis supositoria sambil diaduk samai homogen , setelah itu basis yang sudah tercampur dengan zat aktif dapat di cetak pada cetakan supositoria yang sudah di laisi dengan parafin liquid , setelah dicetak supositoria di bekukan didalam almari pendingin selama 15-30 menit . supositoria adalah sedian yang disebut juga sediaan yang beda dari sediaan lain seperti halnya tablet dan kapsul , supositoria dapat digunakan oleh pasien dalam keadaan yang tidak sadar , ataupun sedang mual dan muntah karena cara penggunaanya supositoria yang tidak melalui oral dan tidak melewati metabolisme pencernaan . tetapi supoasitoria langsung bekerja lokal pada tampat yang dituju .

Daftar pustaka
Ansel, H.C., 1989 . Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, ed 4, Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.

1 komentar:

  1. Semoga farmasis Indonesia dapat menjalankan tugasnya dengan baik

    BalasHapus