I’M A PHARMACIST
Apa
itu farmasi ?
Farmasi
adalah ilmu yang mempelajari tentang cara penyediaan obat-obatan menjadi bentuk
tertentu sehingga siap digunakan sebagai obat .
Tenaga
teknis kefarmasian adalah tenaga yang membantu apoteker dalam menjalankan
pekerjaan yang terdiri atas sarjana farmasi , ahli madya farmasi , analis
farmasi dan tenaga mnengah farmasi/asiaten apoteker yang sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat 6
peraturan pemerintah no 51 th 2009tentang pekerjaa kefarmasian .

Pada beberapa pengalaman saya saat
kuliah di akfar theresiana gajah mada semarang , kami melakukan praktikum
teknologi sediaan solid yang bertujuan akan membuat berbagai sediaan farmasi dengan
berbagai metode , yaitu adapun pembuatan tablet paracetamol dengan metode
granulasi basah , metode granulasi kering , kempa langsung ,pembuatan sediaan
kapsul dan pembuatan sediaan supositoria . dalam pembuatan tablet digunakan
banyak metode bertujuan untuk mengetahui hasil tablet yang dihasilkan apakah
baik atau kurang baik, disitu kita bisa menentukan kapan kita akan menggunakan
metode tersebut dengan dilihat dari organoleptis bahan aktif yang akan dibuat tablet . pada masing-masing
metode pembutan tablet selalu ada keunggulan dan kekuranganya dan dalam
pembutan kasul sendiri hanya menggunakan satu cara kerja yaitu setelah bahan di
timbang dan dicampur , bahan bisa di tuang pada alat filling kasul dan di tutup
dengan bagian lain alat yang sudah terisi dari tutup cangkang kapsul . di lihat
dalam cara kerja pembuatan kapsul sangan simple , praktis dan tidak memakan
waktu lama , disamping itu kapsul juga mempunyai beberapa kelebihan yaitu tidak
terasa pahit saat dikonsumsi, praktis dibawa kemana- mana selain itu juga
kapsul lebih menarik dengan adanya farian warna pada cangkang kapsul
tersebut dan yang terahir yaitu
pembuatan sediaan supositoria , apasih supositoria itu supositoria adalah suatu
sediaan padat yang pemakaianya dengan cara dimasukan melalui lubang atau celah
pada tubuh , dimana supositoria akan melebur , melunak atau melarut dalam efek
lokal atau sistemik (Ansel,1989) .pembuatan supositoria pada praktikum
teknologi sediaan solid disini setelah semua bahan di timbang , basis
supositoria dapat di lebur atau di lelehkan di penangas air dengan menggunakan
cawan porselin dan di aduk menggunakan batang pengaduk , setelah sudah meleleh
sempurna barulah zat aktif yang sudah di haluskan bisa di campur dengan basis supositoria
sambil diaduk samai homogen , setelah itu basis yang sudah tercampur dengan zat
aktif dapat di cetak pada cetakan supositoria yang sudah di laisi dengan
parafin liquid , setelah dicetak supositoria di bekukan didalam almari
pendingin selama 15-30 menit . supositoria adalah sedian yang disebut juga
sediaan yang beda dari sediaan lain seperti halnya tablet dan kapsul ,
supositoria dapat digunakan oleh pasien dalam keadaan yang tidak sadar ,
ataupun sedang mual dan muntah karena cara penggunaanya supositoria yang tidak
melalui oral dan tidak melewati metabolisme pencernaan . tetapi supoasitoria
langsung bekerja lokal pada tampat yang dituju .
Daftar
pustaka
Ansel,
H.C., 1989 . Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, ed 4, Penerbit Universitas
Indonesia, Jakarta.

Semoga farmasis Indonesia dapat menjalankan tugasnya dengan baik
BalasHapus